Article Detail


Misa Syukur 50 Tahun SMA Tarakanita 2 dan Pemberkatan Gedung Baru, Hujan Tak Padamkan Semangat Kasih

Suasana penuh syukur dan haru menyelimuti perayaan Misa HUT ke-50 SMA Tarakanita 2 yang dirangkaikan dengan pemberkatan gedung sekolah baru pada Kamis, 15 Januari 2026. Meski hujan turun dengan lebat sepanjang perayaan, semangat syukur dan kebersamaan seluruh umat yang hadir tetap mengalir hangat, seolah menyatu dengan makna tema besar perayaan tahun emas ini.


Misa syukur dipimpin secara konselebran oleh Kardinal Ignatius Suharyo bersama Romo Tarsisius Siswanto, MSC dan Romo Herianus Markus Reponata, MSC. Perayaan Ekaristi ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya para suster dan romo pembina Yayasan Tarakanita, para Suster CB yang berkarya di lingkungan Tarakanita, Ketua Pengurus Yayasan Tarakanita, Sekretaris Eksekutif Yayasan, jajaran pengurus Yayasan Tarakanita, perwakilan kontraktor PT Solo Bhakti Trading and Contractor, serta tamu undangan lainnya. Para siswa SMA Tarakanita 2 turut ambil bagian dan memeriahkan misa syukur ini dengan penuh antusias.

Perayaan 50 tahun SMA Tarakanita 2 tahun ini mengangkat tema yang menyentuh hati, “Ethos Aureum: Air Hidup yang Mengalir dalam Kasih, Berbuah Nyata bagi Sesama.”

Tema ini mengandung makna yang mendalam. Ethos Aureum atau Karakter Emas melambangkan nilai-nilai luhur, integritas, dan jati diri setiap insan Tarakanita. Sementara Air Hidup menjadi gambaran sumber kehidupan, kasih, dan penyegaran. Seluruh keluarga besar SMA Tarakanita 2 diajak untuk menjadi “Air Hidup” yang terus mengalirkan kasih tanpa pamrih serta menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

Inti tema ini tidak hanya merayakan perjalanan 50 tahun yang penuh kasih dan pengabdian, tetapi juga menjadi panggilan hangat untuk terus berbagi, melayani, dan memberi makna di tengah masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan perayaan yang berorientasi pada spiritualitas, kemanusiaan, dan kenangan perjalanan sekolah, mulai dari misa syukur, aksi donor darah, hingga penulisan buku sejarah dan kenangan SMA Tarakanita 2.

Dalam homili dan harapannya, Kardinal Ignatius Suharyo menyampaikan agar SMA Tarakanita 2 senantiasa mampu melanjutkan dan menyalurkan berkat-berkat yang telah diterima, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua, guru, karyawan, serta masyarakat luas. Harapan ini menjadi penguatan bagi seluruh civitas akademika untuk terus setia pada nilai-nilai kasih dan pelayanan.

Puncak perayaan misa ditandai dengan pemberkatan gedung baru SMA Tarakanita 2. Para romo, dibantu oleh para suster, memerciki setiap ruangan dengan air suci sebagai tanda syukur dan penyerahan seluruh proses pendidikan kepada penyelenggaraan Tuhan. Gedung baru ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang berkarakter, beriman, dan peduli terhadap sesama.

Usai misa, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kardinal Ignatius Suharyo sebagai tanda peresmian gedung baru. Suasana keakraban semakin terasa dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 50 tahun SMA Tarakanita 2.

Di tengah derasnya hujan, perayaan HUT emas ini justru menjadi simbol kuat bahwa kasih, syukur, dan semangat kebersamaan akan selalu menemukan jalannya untuk mengalir seperti Air Hidup dan berbuah nyata bagi sesama. (Cil)

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment